Sunrise di atas Bukit Stumbu

Hari sabtu, 3 April 2010,  sebelum azan Subuh berkumandang.
Acara ini adalah rangkaian ekspedisi Indonesia Negeri Saba’, bersama Ustadz Fahmi Basya Hamdi. Tepatnya hari terakhir ekspedisi. Peserta angkatan VII ini cukup banyak, selain dari BTN jakarta, SII Bekasi, Purwokerto juga tentu saja jamaah dari Yogya sendiri. Sebenarnya ini ekspedisi ke dua ku ke tempat ini. Tak mengapa, bertemu dengan jamaah lain dengan pertanyaan lain, suasana beda pasti menarik.
Rombongan angkatan VII berangkat dari hotel sekitar jam 03.30 dinihari menuju desa Lereng Stumbu. Sampai di tempat itu, kami sejenak beristirahat sembari menunggu Azan Subuh berkumandang. Dan Azan khas muazin masjid jami’ Stumbu itu mengisi kembali ruang dengarku. Kangen rasanya mengingat angkatan IV dulu.
Kami semua kemudian solat berjamaah dipimpin ustadz Fahmi Basya. Lalu setelah semua selesai, kami semua berbanjar memanjang bersiap menaiki Stumbu. Senter-senter mulai dinyalakan lalu doa dan wirid dilantunkan. Jamaah SII Bekasi yang dipimpin ustadz Marhaemi melantunkan asmaaul husna versi Al Quran.
Perjalanan cukup membuat beberapa jamaah terengah-engah, tinggi juga bukit stumbu itu. Tetapi demi ekspedisi dan membuktikan kebenaran ayat-ayat Alloh, kami semua berikhtiar sekuat tenaga untuk terus mendaki. Rabbul ‘Arsyil Adzhiim, Rabbul ‘Arsyil Kariim….kutembangkan Asmaaul Husna.
Alhamdulillah kami sampai juga, matahari mulai menampakkan kegagahan sinarnya. Semburat orange dan jingga merayap dari ufuk timur.
Beginilah pemandangan indah itu, angle tercantik dari Bukit Semut (Wadinnamli) dimana terletak candi Borobudur atau Arsy ratu Saba’. Kabut dan embun pagi seolah gumpalan awan yang menyelimuti sebuah bangunan luar biasa di depan kami itu. Konon sebelum jamaah SSQ DLA sampai di tempat itu, bukit ini ditemukan oleh seorang fotografer Korea yang mengikuti lomba foto Borobudur. Sunggu cantik pemandangan di sini.
Setelah semua puas memandangi kanvas lukisan Alloh di depan ini, ustadz mulai menyampaikan tausiyah nya. Berawal dari kedatangan tentara Sulaiman di wadin Namli tersebut. Lalu Semut-semut yang berada di sekitar jalan yang akan dilalui Sulaiman dan bala tentaranya  berkata pada kawanan semut yang lain:
HIngga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; (QS An Naml: 18)
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan  semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” Menurut ustadz Fahmi, Sulaiman adalah orang Jawa.           Dan bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCESS OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa,

Sementara patung-patung (Tamaatsil) di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Masih menurut ustadz The Last Kalampayan ini,  “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU (Sukarno, Suharto, Susilo) dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah.

Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan di dalam AlQur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” ( berasal dari kata SAILA = RAJA dan INDRA = GUNUNG). Itu kisah versi Ustadz Fahmi Basya. Lepas dari benar dan salahnya, saya senang bisa studi wisata sembari menelaah ayat-ayat kauniyah ini.

Subhanallah, semakin menggebu jiwa ini untuk belajar dan mendalami Al Quran . Meskipun, menurut saya pribadi, kisah yang disampaikan oleh ustadz Fahmi Basya ini masih perlu banyak didukung oleh hasil penelitian sejarah, arkeologi, dan mufassirin Al Quran. Banyak tokoh yang menafsirkan Al Quran tanpa pengetahun yang memadahi tentang AL Quran itu sendiri. Semoga kita dibimbing Alloh ke jalan yan lurus.

Saya akan sangat senang apabila Anda meninggalkan komentar di blog ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s