Habib Syech di Kampung Krapyak

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Pagi ini semuanya kembali seperti semula, suasana lalu-lintas dukuh Krapyak kembali seperti semula. Padahal tadi malam….masya Alloh, jalanan depan rumahku penuh ,padat, tumplek blek dengan manusia, bahkan sampai teras rumah (kontrakan) ku penuh dengan jamaah Ahbabul Musthofa.

Ya wajar, tadi malam tanggal 14 Mei 2011 Habib Syech berkunjung ke kampung Krapyak (eits jangan salah…kalau mendengar kata Krapyak, orang DIY pada umumnya akan merujuk pondok pesantren Krapyak PP Al Munawwir di Bantul, bukan…,bukan…. ini ponpes Ar Rabhitoh di Ngemplak, Wedomartani, Sleman).

Cerita berawal ketika hari Sabtu alias malem ahad lalu Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dijadwalkan akan datang untuk memberikan kajian. Persiapannya sebenarnya sudah cukup lama, sekitar sebulan sebelumnya. Sebagai pendatang dan penduduk kontraktor hehe… aku gak begitu aktif dalam kepanitiaan. Terima jadi aja lah.

H minus 1, jalan masuk menuju Ponpes sudah penuh dengan spanduk, rontek dan baliho. Ada sponsor rokoknya lagi. Tenda-tenda posko dibuat, beberapa untuk posko BANSER. Ya, di kampung yang mayoritas adalah nahdliyin, acara seperti ini sudah jamak dilaksanakan. Tapi untuk Habib Syech ini agak beda, sambutannya benar-benar fantastis. Dan terbukti, jamaah yang hadir membludak.

Karena jarak masjid dan ponpesnya hanya 100 meter dari rumahku, pastinya efek suara dan keramaian ini sampai ke rumah. Dan benar saja, teras rumahku penuh sesak dengan jamaah. Gak papa sih, bangga juga teras rumah jadi perluasan dari serambi masjid. Moga-moga kecripatan pahalanya.

Yang bikin males tu sponsor rokonya tu lho. Kalo gak salah merk APACHE  . Bagaimana enggak, mereka bikin stand di depan rumahku, nutup jalan masuk, masang SPG berpakaian ala kadarnya, listrik nyambung ke rumah tanpa kompensasi apa-apa, dan sedikitpun aku nggak dimintai izin!

Gak tau, entah karena sudah izin pak Dukuh karena  perusahaannya sebagai sponsor utama acara ini atau “psst mungkin su’udzan”, bahwa mereka telah memberikan kompensasi ke kampung…ada duit… dan dalam perjanjian harusnya lokasi yang ditempati dapat uang, tapi…gak dikasihin aku.” moga-moga aku salah.Yepp, udahlah gak papa…karena belakangan stand itu jadi tempat duduk jamaah juga. Tetep bermanfaat.

Acara berjalan dengan lancar, Habib syech yang malam itu datang dengan Mithsubishi Pajero, tampil memukau, jamaah merasa senang dan semua berakhir indah dengan doa menyentuh. Subhanallah, pantas saja jamaahnya banyak, acaranya asyik begini. Kajiannya mantap lah untuk ukuran masyarakat umum, tabuhan Hadrah nya mangstab dengan sound  ribuan watt, dan ada makanan gratis hehe.

However, ini mungkin masalah kita semua….sampah…sampah…sampah…. dari para jamaah yang tadi malam ngaji di teras rumah buang sampah sembarangan! Bungkus plastik, bungkus makanan, alas duduk, tongkol jagung bakar dkk berserakan.  Weleh….semangat shalawat pada Rasulullah SAW, tapi ajaran beliau tentang kebersihan kok disepelekan. Dimananya ya yang salah? Wallahu a’lam.

Saya akan sangat senang apabila Anda meninggalkan komentar di blog ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s