Gambar

Menjaga Hidayah dengan Sungguh-sungguh

Sering kita mendengar kata hidayah, baik dalam ceramah atau pengajian. Secara bebas kata ini diterjemahkan menjadi petunjuk. Saya kira terdapat beberapa terjemah tentang kata hidayah ini. Dalam  kajian tafsir Quran Al Bayan di Kaloran, Klaten tadi malam ustadz Naskhan menjelaskan bahwa hidayah menurut Ibnul Qayyim adalah ilmu tentang kebenaran yang disertai dengan keinginan yang kuat untuk meraih dan mengutamakannya atas yang lain.

Adapun orang yang mendapat hidayah disebut Al Muhtadi, yaitu orang yang beramal dengan kebenaran dan selalu mengupayakannya (berusaha terus mendapatkan dan menjaganya). Jadi, saya kira kurang tepat apabila seseorang yang telah  merasa menjadi orang Islam dari lahir kemudian malas menjaga hidayah keimanannya.

Bentuk kemalasan menjaga hidayah ini bisa berupa malas menuntut ilmu, malas melaksanakan ilmu, dan tidak malu berbuat maksiat. Artinya meskipun dia mengaku sebagai muslim tetapi bila amalannya tidak menunjukkan bahwa ia pantas mendapatkan hidayah, jangan heran apabila di akhir hidupnya justru ia terjerumus dalam kekafiran. Hidayah harus terus dicari dan diupayakan, karena ia anugerah terbesar dari Alloh ta’ala yang tiada bandingnya.

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut, sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran kepada orang-orang yang mengetahui.” (Ayat 97, surah al- An’am).

Setelah menghayati keadaan sekeliling dan mencari tanda-tanda kebesaran Allah selama ini diharapkan semuga iman kita kepada Allah akan bertambah dan hidayah yang kita cari selama ini akan terhasil.

Komentar ditutup.