Kuliah Ph.D di UK, Mungkinkah?

Waktu menulis judul ini saja aku sudah mesam-mesem sendiri. Ambil Ph.D? di the United Kingdom? Ngelindur Luthfi? Tanyaku pada diri sendiri. Well, jika pertanyaan ini kuucapkan setahun lalu, mungkin sangat relevan. Nggak ada bayangan aku kuliah di UK, apalagi ambil Ph.D. Darimana bisa?

Tapi kehendak Alloh ta’ala siapa yang bisa sangka. Memang masih jauh sih dari terwujudnya premis kuliah di Inggris, masih jauh…. hanya saja kok kemungkinan itu seperti makin menjadi almost come true ya. Kembali ke paragraf pertama tadi, “Bagaimana bisa?” Satu tahun lalu, gelar M.Pd (Master Pendidikan) masih hangat kuraih, nggak ada terpikir untuk kuliah lanjut lagi. Sudah bisa selesai S2 tepat waktu saja cukup membuatku senang. Alhamdulillah Cum Laude, cukup dulu-lah, rehat. Bayanganku hanya agar bisa segera apply ke universitas idamanku sebagai dosen, dan mengajar beberapa tahun sebelum “mulai” berpikir untuk S3.

Sekali lagi, takdir bekerja dengan lain cara. Unfortunately, ada moratorium PNS dari pemerintah sampai tahun 2019, artinya tidak ada pembukaan formasi dosen PNS sampai tahun tersebut. Well, actually, bukan PNS nya sih yang kutarget, melainkan supaya bisa mengajar di UNY, kampus almamaterku dari S1 sampai S2. Itu saja. Adanya moratorium itu… Buff…hapuslah impianku. Tidak mungkin aku harus tunggu tiga tahun sampai moratorium itu berakhir. And, here I am, seorang dosen di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta sejak Juli 2017.

Hence, waktu kutulis artikel sederhana ini, aku sedang dalam pelatihan intensif IELTS bagi junior lecturers di IEDUC Bandung selama sebulan. Dan berada di dalam sebuah “kontrak belajar” dengan UMS bahwa kami, para dosen muda ini, akan benar-benar fight untuk bisa memeroleh LoA (Letter of Acceptance) sebagai mahasiswa Ph.D dari kampus di luar negeri setelah pelatihan ini berakhir. University of Birmingham, sebuah nama kampus yang sedang kupasang dalam ruang sasaran doa dan harapanku.

All in all, mau tidak mau, siap tidak siap, YA HARUS SIAP.yang ku apply sebagai supervisor sudah ketemu, target IELTS band score sudah kupasang, pengantar dari profesor di S2 dulu in progress, informasi mengenai kampus terus kukumpulkan, dan Profesor yang kutarget menjadi supervisor sudah ku “bookmark” (Barangkali untuk beliau2 yang sudah berpengalaman dengan beasiswa dan kuliah di mancanegara…akan menertawakan persiapanku ini ” (baru segitu saja pengetahuannya tentang kuliah LN kok sudah pede akan berangkat), sama saya juga tertawa…tapi biar sajalah waktu yang akan berbicara).

Bismillah, dengan menyebut asma Alloh kumantapkan langkahku untuk melanjutkan Ph.D ke negerinya ratu Elizabeth. Semoga Alloh mudahkan niat ini.

Terima kasih sudah menyimak….

Iklan

Saya akan sangat senang apabila Anda meninggalkan komentar di blog ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s