TAKBIRAN MUQAYYAD IDUL ADHA

TAKBIR MUQAYYAD (Takbiran yang terikat waktu) adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalilnya:

a. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dluhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Al Albani)

b. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: “Shahih dari Ali radhiyallahu ‘anhu“)

c. Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah).(HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shahih)

d. Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dishahihkan An Nawawi dalam Al Majmu’)

Lafadz Takbir

Tidak terdapat riwayat lafadz takbir tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir. Diantara riwayat tersebut adalah:

Pertama, Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

SYAMSUL HIDAYAT
Ditulis berdasar pada Keputusan Tarjih ke 20 di Garut, 1976 dilengkapi dengan dalil2 lainnya.

Iklan

Sikap Muhammadiyah Menjelang Tahun Politik 2019

Pemilu 2019 baik untuk Pilpres maupun Pileg akan melibatkan proses politik yang berkompetisi secara terbuka. Waktunya cukup panjang sampai hari pemilihan, sekitar delapan bulan ke depan. Setiap calon maupun pendukungnya akan berusaha memenangkan kompetisi politik lima tahunan itu laksana pertandingan olahraga. Sebagaimana layaknya kompetisi, setiap pihak akan kerja keras mencari dan memperoleh dukungan sebesar-besarnya dari rakyat yang akan memilih. Organisasi dan kelompok-kelompok sosial yang memiliki relasi dengan masyarakat, lebih-lebih yang memiliki akar dan jaringan yang luas seperti Muhammadiyah, tentu akan menjadi ladang pendulangan dukungan massa.

Politik dalam praktiknya akan melibatkan sikap dukung mendukung maupun sebaliknya tolak-menolak, baik yang terbuka maupun tertutup. Pro dan kontra sikap politik juga akan menjadi pemandangan lazim dalam kompetisi politik lima tahunan itu. Politik selalu berkaitan dengan siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana caranya meraih kepentingan. Semua proses politik kalau tidak terkelola dengan baik akan berlangsung keras dan mutlak-mutlakan.

Bagi Muhammadiyah tentu kompetisi politik itu juga tidak terhindarkan karena gerakan Islam ini menjadi bagian dari komponen bangsa sekaligus hidup menyatu dengan masyarakat. Warga Muhammadiyah akan menjadi lahan bagi kepentingan politik manapun dan itu alamiah dalam proses politik bagi organisasi bermassa besar seperti ini. Sikap politik warga Muhammadiyah pun beragam, satu sama lain memiliki dukungannya sendiri. Akan ada juga yang aktif menjadi relawan maupun tim pemenangan.

Hal yang perlu dipedomani seluruh anggota Persyarikatan, termasuk kader dan pimpinannya, bagaimana memosisikan dan memainkan proses politik itu termasuk dalam berpartisipasi selaku warga masyarakat yang memiliki hak pilih dilakukan secara cerdas, dewasa, bertanggung jawab, dan beretika tinggi. Selain harus sejalan dengan koridor demokrasi, namun tidak kalah pentingnya niscaya sejalan dengan kepribadian dan khittah Muhammadiyah. Jangan sampai warga, elite, dan pimpinan Muhammadiyah yang terlibat dalam kompetisi politik tersebut maupun dalam dukung-mendukung dilakukan secara serampangan.

Perbedaan pilihan politik juga menjadi hak warga Muhammadiyah. Tetapi jangan saling menyalahkan, menghujat, dan menyudutkan pihak yang berbeda. Lebih-lebih dengan menggunakan dalih agama dan atas nama Muhammadiyah. Hindari saling menghakimi dengan hilang adab dan etika. Jauhi sikap saling tuduh dan tuding yang negatif, lebih-lebih dengan menggunakan dalil agama yang menghukum dan mencerca. Jangan memproduksi ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang saling menyerang dan menghujat pimpinan persyarikatan. Jaga marwah dan posisi organisasi dengan sebaik-baiknya.

Ingatlah kontestasi politik lima tahunan itu hal yang rutin dan normal, jangan dibawa menjadi serba gawat darurat. Delapan bulan ke depan waktu masih panjang untuk mengikuti proses Pemilu 2019 itu, jangan menjadi ajang pertarungan politik yang keras dan merusakkan bangunan persyarikatan, keumatan, dan kebangsaan. Kalau ada yang keras dan berlebihan, diingatkan secara baik, bermodal semangat berwasiat dengan baik dan sabar. Jauhi sikap merasa paling benar dalam berpolitik.

Semua pihak terutama di tubuh Persyarikatan harus dapat menahan diri dengan ikhlas, cerdas, dan bijaksana. Pupuk ukhuwah dan kebersamaan. Tidak perlu satu sama lain mengklaim paling membela kepentingan Islam dan umat Islam dengan menegasikan sesama muslim lebih-lebih sesama warga Persyarikatan. Dalam konteks kebangsaan pun perbedaan politik jangan meruntuhkan kebersamaan dan keutuhan selaku bangsa Indonesia. Sangatlah rugi jika karena politik Muhammadiyah, umat Islam, umat beragama, dan bangsa menjadi terpecah-belah dan saling bermusuhan.

Pesan Haedar Nashir untuk Warga Muhammadiyah soal Pemilu 2019

Tes Sehat, Bebas TBC, dan Bebas Napza di RS Klaten 2018

Bismillah…

Sudah lama Misterluthfi tidak update posting di blog ini. Yah, efek sosial media yang semakin menarik saja tiap harinya, sehingga agak meminggirkan blog sebagai sarana berbagi informasi.

Baiklah, kali ini Misterluthfi ingin share tentang tes-tes kesehatan sebagai syarat beasiswa LPDP. Namun, kalau untuk Misterluthfi sekarang bukan lagi LPDP melainkan BUDI, atau Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia. Dari namanya saja sudah terlihat beasiswa ini ditujukan pada siapa. Memang, posting saya sebelumnya juga mengulas tentang tes kesehatan, psikologi, dan surat bebas Narkoba tetapi itu dulu ketika mendaftar dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alhamdulilah, sekarang Misterluthfi sudah satu tahun menjadi dosen di sana. Cerita tentang tes masuk UMS nanti saja ya pada postingan lain.

Lanjut, dari artikel2 yang bertebaran di laman SERP Google, banyak yang menanyakan masalah prosedur tes dan biayanya. Thoyyib, saya akan bilang bahwa Tes kesehatan syarat beasiswa yang dilakukan di Klaten termasuk affordable alias murah. Total-total tes keterangan sehat, Bebas Napza dan bebas TBC di sini terjangkau sekali lah.

Hanya saja perlu dicatat, di Klaten itu ada 3 RS pemerintah (syarat beasiswa LPDP/BUDI harus menyertakan surat keterangan dari RS milik pemerintah) yang bisa diakses, yaitu RSUD Soeradji Tirtonegoro dan RSUD Bagas Waras serta RS Provinsi Jateng Dr Soedjarwadi, yang berlokasi di Klaten. Misterluthfi melakukan tes kesehatan dan bebas Napza di dua RS berbeda, tapi dua2nya relatif terjangkaulah harganya. NB: tes medical checkup ini tidak bisa melalui BPJS, jadi berbiaya mandiri.

  • Tes kesehatan (fisik) di Poli Triase RSUD Soeradji Tirtonegoro.

Tes ini dilakukan di poli Triase lantai 2 setelah mendapat surat pengantar dari loket 1 (pendaftaran). Di poli Triase kita akan diperiksa oleh dokter tentang kondisi fisik secara umum, yaitu tinggi badan, berat badan, ada alergi atau tidak, cek dada dan perut dengan stetoskop, cek tekanan darah, cek kondisi kelopak mata, dan pernapasan. Alhamdulillah sehat. Nanti dokter akan memberi surat keterangan dengan Tanda tangan dan cap resmi RS. Biaya Rp. 25.000, – +admin Rp6000 = Rp 31.000

  • Tes bebas TBC di poli Paru dan Radiologic.

Tes kedua dilakukan setelah mendapat rujukan dari poli Triase tadi. Misterluthfi masuk ke ruangan radiologi dan menunggu panggilan admin. Alhamdulillah, kalau pasien umum (tanpa BPJS) tidak perlu menunggu lama… panggilan nama segera berbunyi. Masuk ruang radiologi, lepas baju atas dan dada (thorax) ditempelkan di papan pemindai X-ray. Tunggu hasil, lalu lanjut ke poli Paru2 untuk dibaca hasilnya oleh dokter spesialis Paru. Biaya: rontgen Rp. 107.000+ biaya jasa dokter Rp 50.000 = total 157.000

  • Tes bebas Narkoba di RS Soedjarwadi Klaten.

Sekali lagi perlu Misterluthfi bilang, kalau RS Soedjarwadi ini adalah RS milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berada di Klaten. Dari sisi pelayanan dan fasilitas, tentu lebih advanced daripada RSUD Kabupaten. Cek lokasinya di fasilitas Google Map ya. :=)

Tes bebas Narkoba di RS yang dulunya RS Jiwa ini relatif cepat. Tidak perlu menunggu lama dari pendaftaran, pengambilan sampel urine, cek lab, sampai surat keluar. Ya, mungkin karena biaya pribadi tanpa Bpjs jadinya seperti jalan tol… Mulus jalannya.

Oiya perlu Misterluthfi sampaikan bahwa pada tes bebas Narkoba, ada empat paket tes. Tiap tes memiliki harga yang berbeda2, mulai dari 45ribu sampai 105.000 IDR. Nah kalau teman-teman mendaftar tes dengan alasan untuk beasiswa, pastinya akan diminta mengambil 4 paket tes bebas narkoba dengan harga Rp105.000 tadi. Plus nanti tambah biaya pendaftaran dan jasa dokter spesialis, total nya Rp. 165.000.

Jadi, kalau ditotal, biaya tes kesehatan untuk syarat beasiswa LPDP atau BUDI LN adalah :

188.000+ 165.000 = 353.000 IDR sajaa

Bagaimana, cukup terjangkau kan…?

Namun itu belum termasuk tes psikologi lho. Di RSUD belum ada fasilitas itu, jadi akan dirujuk ke RS Provinsi, biayanya sekitar 285.000 belum termasuk jasa dokter, sekitar 350rb jatuhnya. Untungnya, syarat tes kesehatan jiwa tidak dimasukkan dalam daftar syarat beasiswa, jadi sedikit banyak bisa lebih irit lah.

Nah, demikian sobat Misterluthfi ulasan mengenai tes kesehatan di RSUD Klaten dan RSJ Klaten yang menurut saya cukup affordable. Selamat berjuang meraih beasiswa. Salam sukses!

Doakan Misterluthfi lolos beasiswa Budi LN yaaa, aamiin. Supaya nanti Misterluthfi bisa cerita2 lebih banyak lagi mengenai beasiswa di Luar Negeri dan perkuliahan di sana.