Category Archives: Catatan Harian

Perjalanan Hidup yang belum sempat terbukukan

Sikap Muhammadiyah Menjelang Tahun Politik 2019

Pemilu 2019 baik untuk Pilpres maupun Pileg akan melibatkan proses politik yang berkompetisi secara terbuka. Waktunya cukup panjang sampai hari pemilihan, sekitar delapan bulan ke depan. Setiap calon maupun pendukungnya akan berusaha memenangkan kompetisi politik lima tahunan itu laksana pertandingan olahraga. Sebagaimana layaknya kompetisi, setiap pihak akan kerja keras mencari dan memperoleh dukungan sebesar-besarnya dari rakyat yang akan memilih. Organisasi dan kelompok-kelompok sosial yang memiliki relasi dengan masyarakat, lebih-lebih yang memiliki akar dan jaringan yang luas seperti Muhammadiyah, tentu akan menjadi ladang pendulangan dukungan massa.

Politik dalam praktiknya akan melibatkan sikap dukung mendukung maupun sebaliknya tolak-menolak, baik yang terbuka maupun tertutup. Pro dan kontra sikap politik juga akan menjadi pemandangan lazim dalam kompetisi politik lima tahunan itu. Politik selalu berkaitan dengan siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana caranya meraih kepentingan. Semua proses politik kalau tidak terkelola dengan baik akan berlangsung keras dan mutlak-mutlakan.

Bagi Muhammadiyah tentu kompetisi politik itu juga tidak terhindarkan karena gerakan Islam ini menjadi bagian dari komponen bangsa sekaligus hidup menyatu dengan masyarakat. Warga Muhammadiyah akan menjadi lahan bagi kepentingan politik manapun dan itu alamiah dalam proses politik bagi organisasi bermassa besar seperti ini. Sikap politik warga Muhammadiyah pun beragam, satu sama lain memiliki dukungannya sendiri. Akan ada juga yang aktif menjadi relawan maupun tim pemenangan.

Hal yang perlu dipedomani seluruh anggota Persyarikatan, termasuk kader dan pimpinannya, bagaimana memosisikan dan memainkan proses politik itu termasuk dalam berpartisipasi selaku warga masyarakat yang memiliki hak pilih dilakukan secara cerdas, dewasa, bertanggung jawab, dan beretika tinggi. Selain harus sejalan dengan koridor demokrasi, namun tidak kalah pentingnya niscaya sejalan dengan kepribadian dan khittah Muhammadiyah. Jangan sampai warga, elite, dan pimpinan Muhammadiyah yang terlibat dalam kompetisi politik tersebut maupun dalam dukung-mendukung dilakukan secara serampangan.

Perbedaan pilihan politik juga menjadi hak warga Muhammadiyah. Tetapi jangan saling menyalahkan, menghujat, dan menyudutkan pihak yang berbeda. Lebih-lebih dengan menggunakan dalih agama dan atas nama Muhammadiyah. Hindari saling menghakimi dengan hilang adab dan etika. Jauhi sikap saling tuduh dan tuding yang negatif, lebih-lebih dengan menggunakan dalil agama yang menghukum dan mencerca. Jangan memproduksi ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang saling menyerang dan menghujat pimpinan persyarikatan. Jaga marwah dan posisi organisasi dengan sebaik-baiknya.

Ingatlah kontestasi politik lima tahunan itu hal yang rutin dan normal, jangan dibawa menjadi serba gawat darurat. Delapan bulan ke depan waktu masih panjang untuk mengikuti proses Pemilu 2019 itu, jangan menjadi ajang pertarungan politik yang keras dan merusakkan bangunan persyarikatan, keumatan, dan kebangsaan. Kalau ada yang keras dan berlebihan, diingatkan secara baik, bermodal semangat berwasiat dengan baik dan sabar. Jauhi sikap merasa paling benar dalam berpolitik.

Semua pihak terutama di tubuh Persyarikatan harus dapat menahan diri dengan ikhlas, cerdas, dan bijaksana. Pupuk ukhuwah dan kebersamaan. Tidak perlu satu sama lain mengklaim paling membela kepentingan Islam dan umat Islam dengan menegasikan sesama muslim lebih-lebih sesama warga Persyarikatan. Dalam konteks kebangsaan pun perbedaan politik jangan meruntuhkan kebersamaan dan keutuhan selaku bangsa Indonesia. Sangatlah rugi jika karena politik Muhammadiyah, umat Islam, umat beragama, dan bangsa menjadi terpecah-belah dan saling bermusuhan.

Pesan Haedar Nashir untuk Warga Muhammadiyah soal Pemilu 2019

Iklan

Tes Sehat, Bebas TBC, dan Bebas Napza di RS Klaten 2018

Bismillah…

Sudah lama Misterluthfi tidak update posting di blog ini. Yah, efek sosial media yang semakin menarik saja tiap harinya, sehingga agak meminggirkan blog sebagai sarana berbagi informasi.

Baiklah, kali ini Misterluthfi ingin share tentang tes-tes kesehatan sebagai syarat beasiswa LPDP. Namun, kalau untuk Misterluthfi sekarang bukan lagi LPDP melainkan BUDI, atau Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia. Dari namanya saja sudah terlihat beasiswa ini ditujukan pada siapa. Memang, posting saya sebelumnya juga mengulas tentang tes kesehatan, psikologi, dan surat bebas Narkoba tetapi itu dulu ketika mendaftar dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alhamdulilah, sekarang Misterluthfi sudah satu tahun menjadi dosen di sana. Cerita tentang tes masuk UMS nanti saja ya pada postingan lain.

Lanjut, dari artikel2 yang bertebaran di laman SERP Google, banyak yang menanyakan masalah prosedur tes dan biayanya. Thoyyib, saya akan bilang bahwa Tes kesehatan syarat beasiswa yang dilakukan di Klaten termasuk affordable alias murah. Total-total tes keterangan sehat, Bebas Napza dan bebas TBC di sini terjangkau sekali lah.

Hanya saja perlu dicatat, di Klaten itu ada 3 RS pemerintah (syarat beasiswa LPDP/BUDI harus menyertakan surat keterangan dari RS milik pemerintah) yang bisa diakses, yaitu RSUD Soeradji Tirtonegoro dan RSUD Bagas Waras serta RS Provinsi Jateng Dr Soedjarwadi, yang berlokasi di Klaten. Misterluthfi melakukan tes kesehatan dan bebas Napza di dua RS berbeda, tapi dua2nya relatif terjangkaulah harganya. NB: tes medical checkup ini tidak bisa melalui BPJS, jadi berbiaya mandiri.

  • Tes kesehatan (fisik) di Poli Triase RSUD Soeradji Tirtonegoro.

Tes ini dilakukan di poli Triase lantai 2 setelah mendapat surat pengantar dari loket 1 (pendaftaran). Di poli Triase kita akan diperiksa oleh dokter tentang kondisi fisik secara umum, yaitu tinggi badan, berat badan, ada alergi atau tidak, cek dada dan perut dengan stetoskop, cek tekanan darah, cek kondisi kelopak mata, dan pernapasan. Alhamdulillah sehat. Nanti dokter akan memberi surat keterangan dengan Tanda tangan dan cap resmi RS. Biaya Rp. 25.000, – +admin Rp6000 = Rp 31.000

  • Tes bebas TBC di poli Paru dan Radiologic.

Tes kedua dilakukan setelah mendapat rujukan dari poli Triase tadi. Misterluthfi masuk ke ruangan radiologi dan menunggu panggilan admin. Alhamdulillah, kalau pasien umum (tanpa BPJS) tidak perlu menunggu lama… panggilan nama segera berbunyi. Masuk ruang radiologi, lepas baju atas dan dada (thorax) ditempelkan di papan pemindai X-ray. Tunggu hasil, lalu lanjut ke poli Paru2 untuk dibaca hasilnya oleh dokter spesialis Paru. Biaya: rontgen Rp. 107.000+ biaya jasa dokter Rp 50.000 = total 157.000

  • Tes bebas Narkoba di RS Soedjarwadi Klaten.

Sekali lagi perlu Misterluthfi bilang, kalau RS Soedjarwadi ini adalah RS milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berada di Klaten. Dari sisi pelayanan dan fasilitas, tentu lebih advanced daripada RSUD Kabupaten. Cek lokasinya di fasilitas Google Map ya. :=)

Tes bebas Narkoba di RS yang dulunya RS Jiwa ini relatif cepat. Tidak perlu menunggu lama dari pendaftaran, pengambilan sampel urine, cek lab, sampai surat keluar. Ya, mungkin karena biaya pribadi tanpa Bpjs jadinya seperti jalan tol… Mulus jalannya.

Oiya perlu Misterluthfi sampaikan bahwa pada tes bebas Narkoba, ada empat paket tes. Tiap tes memiliki harga yang berbeda2, mulai dari 45ribu sampai 105.000 IDR. Nah kalau teman-teman mendaftar tes dengan alasan untuk beasiswa, pastinya akan diminta mengambil 4 paket tes bebas narkoba dengan harga Rp105.000 tadi. Plus nanti tambah biaya pendaftaran dan jasa dokter spesialis, total nya Rp. 165.000.

Jadi, kalau ditotal, biaya tes kesehatan untuk syarat beasiswa LPDP atau BUDI LN adalah :

188.000+ 165.000 = 353.000 IDR sajaa

Bagaimana, cukup terjangkau kan…?

Namun itu belum termasuk tes psikologi lho. Di RSUD belum ada fasilitas itu, jadi akan dirujuk ke RS Provinsi, biayanya sekitar 285.000 belum termasuk jasa dokter, sekitar 350rb jatuhnya. Untungnya, syarat tes kesehatan jiwa tidak dimasukkan dalam daftar syarat beasiswa, jadi sedikit banyak bisa lebih irit lah.

Nah, demikian sobat Misterluthfi ulasan mengenai tes kesehatan di RSUD Klaten dan RSJ Klaten yang menurut saya cukup affordable. Selamat berjuang meraih beasiswa. Salam sukses!

Doakan Misterluthfi lolos beasiswa Budi LN yaaa, aamiin. Supaya nanti Misterluthfi bisa cerita2 lebih banyak lagi mengenai beasiswa di Luar Negeri dan perkuliahan di sana.

Data Kekayaan Sahabat Rasulullah

Dalam buku Fikih Ekonomi Umar karya DR Jaribah dan dalam At Tanwir fi Isqath at Tadbirin karya Imam Atho’illah, dipaparkan tentang kekayaan dan kehidupan ekonomi para sahabat Rasul, yang beberapa dari mereka bahkan DIJAMIN MASUK SURGA, antara lain:

1. Umar ibnul Khattab r.a

Salah satu sahabat dekat Rasulullah SAW dan khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash shiddiq r.a. Beliau termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Dijuluki sebagai Umar Al Faruq (sang pembeda) karena ketegasannya dalam menegakkan kebenaran. Seorang yang keras namun berhati selembut salju, administrator dan peletak landasan manajemen ekonomi negara yang cemerlang.

Semenjak menjadi khalifah hidup sangat sederhana, meskipun kaya raya. Beliau hendak memberikan teladan yang baik bagi kaum muslimin tentang konsep jabatan, harta dan zuhud seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut data kekayaan Umar, yang ternyata sebagian besar dipergunakan untuk kemajuan kaum muslimin waktu itu.

  • Mewariskan 70.000 property (ladang pertanian) seharga @Rp. 160.000.000,- (total Rp. 11,2 Trilyun)
  • Cash Flow per bulan dari property mencapai 233 Milyar IDR

Catatan: 1 Dinar = Rp. 1,2 juta IDR (Indonesian Rupiah)

  1. Utsman ibn Affan

Khalifah ketiga setelah wafatnya Ummar Al Faruq. Bangsawan dan konglomerat Makkah yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW karena perjuangan dan ketaqwaannya. Seorang pribadi shalih yang jujur, lembut dan pemalu. Jasa beliau untuk menstandarkan teks Al Quran memberi sumbangsih besar dalam penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Data kekayaan beliau:

  • Assetnya bernilai 151.000 dinar plus 1000 dirham
  • Mewariskan property sepanjang ‘Aris dan Khaibar
  • Memiliki beberapa sumur oasis senilai 200.000 dinar atau 240 Miliar IDR

Namun di akhir masa kekhalifahan dan hidupnya, harta yang dimiliki Utsman r.a hanya tersisa dua ekor unta saja. Semuanya dinafkahkan untuk kesejahteraan ummat. Bahkan beliau pun tidak mau menerima tunjangan (gaji) dari baitul maal. Subhanallah, inilah karakter khas generasi didikan langsung Rasulullah SAW.

3. Kekayaan Zubair bin Awwam r.a

  • 50.000 dinar atau sekitar 60 Milyar IDR
  • 1000 ekor kuda perang
  • 1000 orang budak

4. Amru bin Al Ash r.a

  • 300.000 dinar atau sekitar 360 Milyar IDR

5. Abdurrahman bin Auf r.a

Sahabat yang satu ini sungguh fenomenal. Milyarder yang sangat ulung berbisnis dan dijamin masuk surga oleh baginda Rasul SAW sendiri. Termasuk generasi Assabiqunal Awwaluun (Orang-orang yang mengikuti jalan Islam di awal-awal) serta pahlawan perang Badar dan Uhud. Teladan yang luar biasa dalam menafkahkan harta di jalan Allah ta’ala. Beberapa kisahnya sebagai berikut:

  • Beliau pernah menginfaq-kan separuh hartanya (+/- 2,4 milyar IDR) untuk keperluan dakwah pada awal perkembangan Islam. Saat itu Abdurrahman belumlah “sangat kaya”, total aset kekayaanya baru sekitar 4,8 Milyar. Sehingga Rasulullah dengan lisannya yang mulia mendoakan: “Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya padamu, terhadap harta yang engkau berikan. Dan semoga Allah juga memberkati harta yang engkau tinggalkan untuk keluargamu.” Dan terbukti, semenjak itu Abdurrahman bin Auf semakin dan semakin kaya!
  • Ratusan milyar hartanya di Makkah, bahkan mungkin menyentuh angka Trilyun, seluruhnya ditinggalkan dengan rasa ringan ketika diperintahkan oleh rasulullah SAW untuk berhijrah ke Madinah. (Subhanallah, merinding kulit saya). “ I am not in need of all that. Is there any market place where the trade is practiced?… ” (Sahih Bukhari book 34)
  • Ketika Rasulullah SAW membutuhkan dana untuk membiayai perang Tabuk yang mahal karena medan yang sulit dan jarak yang jauh, ditambah madinah sedang dilanda musim kering, Milyuner mulia ini memelopori sedekah jariyah dengan menyumbangkan dua uqiyah emas (1 uqiyah = 50 dinar). Sampai Umar bin Khattab bergumam “Sepertinya Abdurrahman berdosa dengan keluarganya karena tidak meninggalkan uang belanja sedikitpun untuk keluarganya.” Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf apakah ia sudah meninggalkan nafkah untuk istrinya?. “Ya”, jawab Abdurrahman. “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan. “Berapa?” tanya Rasulullah SAW. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya. Miskinkah ia setelah itu? Demi Allah, Tidak!
  • Ketika meninggal dunia pada usia 72 tahun, ia mewariskan kepada empat istri dan anak-anaknya total kurang lebih 2.560.000 dinar atau 3.072 trilyun untuk kurs rupiah saat tulisan ini disusun! Amirul Mukminin saat itu ‘Ali ibn Abi Thalib, berkata kepada jenazah Abdurrahman bin Auf, ”Anda telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan Anda telah berhasil menundukkan kepalsuan dunia.”